Perjuangan Saat Makan dengan 6 Tips Nutrisi Ini

Membangun fondasi yang kuat untuk kebiasaan makan sehat pada anak-anak adalah perjalanan yang layak untuk dijalani. Orang tua sering kali menemukan diri mereka menghadapi medan yang sulit berupa pilih-pilih makanan dan kesulitan saat makan. Namun, tidak perlu khawatir! Simak kiat-kiat praktis ini untuk membuat waktu makan lebih menyenangkan bagi Anda dan anak-anak Anda.

Membangun fondasi yang kuat untuk kebiasaan makan sehat pada anak-anak adalah perjalanan yang layak untuk dijalani. Orang tua sering kali menemukan diri mereka menghadapi medan yang sulit berupa pilih-pilih makanan dan kesulitan saat makan. Namun, tidak perlu khawatir! Simak kiat-kiat praktis ini untuk membuat waktu makan lebih menyenangkan bagi Anda dan anak-anak Anda.

1. Sajikan dalam Porsi Kecil untuk Dampak Besar

Sajikan dalam Porsi Kecil untuk Dampak Besar

Jika menyangkut kebiasaan makan sehat pada anak-anak, mulailah dengan porsi kecil. Menyajikan makanan dalam porsi besar di piring anak-anak Anda bisa jadi membuat mereka kewalahan dan mungkin membuat mereka enggan mencoba makanan baru. Dengan menawarkan porsi kecil, Anda memberi anak-anak Anda kesempatan untuk meminta lebih banyak jika mereka masih lapar. Ini memberi anak-anak Anda kesempatan untuk mendengarkan tubuh mereka dan makan sesuai dengan isyarat lapar mereka, yang penting untuk membesarkan pemakan intuitif . Ini juga dapat membuat anak-anak Anda merasa berdaya, mengendalikan kebiasaan makan mereka.[JO1] , dan mengarah pada regulasi diri.

2. Ambil Pendekatan Jangka Panjang terhadap Perjuangan Waktu Makan

Ketika berbicara tentang pertikaian waktu makan , kita semua pernah mengalaminya. Taktik klasik “Habiskan brokolimu dan kamu akan makan es krim” tampaknya tidak berbahaya, tetapi penelitian menunjukkan bahwa hal ini dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Seiring berjalannya waktu, anak-anak mungkin lebih cenderung tidak menyukai makanan yang tidak memberikan hadiah (misalnya sayuran) dan mengembangkan asosiasi negatif dengan makanan tersebut. Pendekatan ini juga dapat menyebabkan negosiasi waktu makan yang terus-menerus dan mengganggu kemampuan alami anak Anda untuk mengatur isyarat lapar.

Sebaliknya, cobalah mengikuti prinsip-prinsip Satter Division of Responsibility in Feeding (sDOR) . Dalam pendekatan berbasis bukti ini, Anda bertanggung jawab atas “apa yang harus disajikan” dan “kapan harus disajikan”, dan anak-anak Anda memutuskan “berapa banyak yang harus dimakan” dan “apakah harus dimakan”. Pendekatan ini menumbuhkan kebiasaan makan yang positif dan kemandirian, sekaligus mendorong hubungan yang seimbang dengan makanan.

Selain itu, teruslah perkenalkan anak-anak Anda pada makanan dan rasa yang berbeda. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak perlu diperkenalkan pada makanan baru sebanyak 8 hingga 15 kali sebelum mereka mulai menerimanya. Jangan menyerah dan berikan waktu bagi preferensi rasa mereka untuk berkembang.

3. Jadilah panutan yang positif dan libatkan anak-anak Anda di dapur

Jadilah panutan yang positif dan libatkan anak-anak Anda di dapur

Melibatkan anak-anak dalam berbelanja , memasak, atau membantu di dapur merupakan cara yang baik untuk mendorong kebiasaan makan yang positif. Penelitian menunjukkan bahwa ketika anak-anak terlibat aktif dalam persiapan makanan, mereka akan makan lebih banyak buah dan sayuran. Libatkan anak-anak Anda berapa pun usianya dan berikan tugas yang sesuai dengan usianya ; Minta anak berusia 3 tahun untuk mencuci bahan-bahan dan minta anak berusia 9 tahun untuk menyiapkan camilan sekolahnya sendiri.

Selain itu, jadilah panutan yang positif saat makan. Penelitian menunjukkan bahwa menjadi panutan dapat memberikan dampak positif pada kebiasaan makan anak dan preferensi mereka terhadap buah dan sayur. Dengan menjadi panutan dan mengonsumsi berbagai buah dan sayur setiap hari, Anda dapat mendorong anak-anak Anda untuk mengikutinya.

4. Rasa itu Penting, Fokus pada Rasa

Buah dan sayur sangat serbaguna, menawarkan berbagai macam warna dan rasa. Cobalah untuk menawarkan sayur kepada anak Anda dalam berbagai bentuk (misalnya mentah, dimasak, beku) dan dimasak dengan berbagai cara agar lebih menarik bagi anak Anda. Misalnya, sementara beberapa anak mungkin menyukai wortel mentah, yang lain mungkin lebih menyukai kacang polong beku daripada yang dimasak. Rasa yang lembut dan manis juga cenderung disukai anak-anak, jadi cobalah memanggang sayur Anda karena membantu melepaskan rasa manis alami dalam sayur. Cobalah keripik umbi-umbian atau bola energi ubi jalar yang ramah anak ini.

Untuk sayuran yang dimasak, berikut kiat yang bermanfaat: Masak sayuran dengan cepat dan hanya sampai mencapai tahap ‘lunak tapi renyah’ . Pilih metode memasak yang membutuhkan sedikit atau tanpa cairan, seperti memanggang, memanggang dengan api kecil, mengukus, menggunakan microwave, atau menumis. Ini membantu menjaga tekstur renyah sayuran, sehingga lebih menarik bagi anak-anak.

5. Sediakan Buah dan Sayur di Dekat Anda

Pernahkah Anda memperhatikan bahwa Anda cenderung mengunyah apa pun yang ada dalam jangkauan tangan? Jadikan buah dan sayur sebagai sajian istimewa dengan menyimpannya di tempat yang mudah dijangkau dan terlihat. Siapkan mangkuk buah dan simpan sayuran yang sudah dipotong di lemari es. Anda kekurangan waktu? Belilah sayuran siap saji, seperti wortel muda, tomat ceri, dan mentimun mini. Sedikit saus juga bisa membuat hampir semua hal terasa lezat! Memadukan buah dan sayur dengan saus, seperti wortel muda dengan Saus Hummus Edamame , dapat membuat waktu ngemil menjadi mudah dan lezat.

Jangan lupa bahwa banyak buah yang dikemas dalam kulitnya, sehingga menjadi camilan yang mudah dibawa . Misalnya, belilah jeruk dan pisang untuk anak-anak Anda saat Anda hendak keluar rumah.

6. Jadikan Mudah dan Menyenangkan!

Sederhanakan dengan buah dan sayuran: potong dan iris. Menurut penelitian ini, menyajikan buah dan sayuran dalam potongan kecil, bukan utuh, dapat menarik minat anak-anak . Artinya, meskipun beberapa anak mungkin ragu untuk menggigit apel utuh, mereka akan senang memakannya saat diiris. Buat agar lebih menarik dengan menambahkan sedikit selai kacang dan mengubah camilan menjadi nacho apel.

Jika Anda ingin membuat waktu ngemil lebih istimewa, buatlah sate pizza atau buah berwarna-warni di tusuk sate . Camilan kreatif ini tidak hanya akan memuaskan selera anak Anda, tetapi juga menambah sentuhan ceria pada rutinitas ngemil Anda.

Poin-poin Utama

Membudayakan kebiasaan makan sehat pada anak-anak Anda adalah petualangan yang berkelanjutan. Dengan memasukkan kiat-kiat ini ke dalam rutinitas harian Anda, Anda tidak hanya akan menyehatkan tubuh mereka tetapi juga menyiapkan diri untuk kebiasaan makan yang positif seumur hidup. Selamat makan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *